Sabtu, 30 November 2024
Jumat, 29 November 2024
Ketua Umum MUI PPU Kembali Pimpin FKPP PPU
MUIPOST - Penajam. Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kab. Penajam Paser Utara kembali mengadalan pertemuan rutinan di Pondok Pesantren Babul Ilmi, Petung, Sabtu (30/11). Acara yang diikuti oleh semua anggota FKPP PPU ini kembali memberikan amanah kepemimpinan kepada KH. Abu Hasan Mubarok.
MUIPOST memberitakan bahwa kepengurusan FKPP PPU ini sejatinya sudah ada sejak 2014. Namun perjalanan waktu, pengelolaan dan aktifitas FKPP PPU ini belum dirasa maksimal. Dari 2021, FKPP PPU terus melakukan pembenahan dan perbaikan-perbaikan.
Keanggotaan FKPP PPU ini meliputi semua Pondok Pesantren se Kab. Penajam Paser Utara yang telah memiliki izin operasional di Kementerian Agama. Tercatata se Kab. Penajam Paser Utara ada 14 Pondok Pesantren yang telah memiliki izin operasional.
Jumlah keanggotaan FKPP PPU sampai dengan sekarang tercatat 14 pondok pesantren, dan tersebar di empat kecamatan.
FKPP itu sendiri didirikan dengan tujuan sebagai jalur komunikasi dan koordinasi antar pondok pesantren, membangun ukhuwan islamiyah, 'ilmiyah, amaliyah untuk kemajuan bangsa dan negara Republik Indonesia.
Selama periode pertama kepemimpinan KH. Abu Hasan Mubarok ini dinilai telah berhasil mengantarkan kegiatan dan kepentingan pondok pesantren terwujud, serta menjaga komunikasi tetap terjaga dan terjalin dengan semua elemen masyarakat dan pemerintah.
Pada periode ini juga, FKPP telah mampu bekerja sama dengan DPRD Kab. PPU, Pemerintah Kab. PPU, Kementerian Agama PPU dan MUI PPU dalam rangka menerbitkan Peraturan Daerah No. 4 Tahun 2023 tentang Fasilitasi Pondok Pesantren dan juga Peraturan Bupati No. 23 Tahun 2024 tentang Impelmentasi Fasilitasi Pondok Pesantren di Kab. PPU.
Ketua FKPP PPU berharap dengan adanya dua aturan ini diharapkan pemberdayaan pondok pesantren dan masyarakatnya akan tercipta dan lebih maksimal. "InsyaAllah ke depan, FKPP PPU akan lebih siap berkolaborasi dan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten, Kementerian Agama dan semua pihak dalam rangka pembangunan dan pengembangan di Benuo Taka tercinta" ujarnya.
Sabtu, 23 November 2024
Senin, 18 November 2024
Ketua MUI PPU Jadi Narasumber Moderasi Beragama
MUIPOSTPPU-Penajam- Dalam rangka mewujudkan Desa Moderasi Beragama, Kementerian Agama Kab. Penajam Paser Utara mengundang Ketua MUI PPU, KH. Abu Hasan Mubarok sebagai narasumber dalam acara Pengembangan Kampung Moderasi Beragama yang digelar di Aula Desa Giripurwa, Selasa (19/11).
Dalam pemaparannya, Ketua MUI PPU menyampaikan bahwa eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) telah mendapatkan persetujuan dari MUI sebagai Darul Mitsaq, artinya negara yang dibentuk berdasarkan kesepakatan.
Penamaan ini sebetulnya dikenalkan oleh Prof. Dr. KH. Ma'ruf Amin yang juga sebagai Ketua Dewan Pembina MUI Pusat.
Mengutip pada teori Al-Ghazali, Ketua Dewan Pembina MUI yang juga sebagai Wakil Presiden RI tersebut mengatakan bahwa sebuah negara terbentuk karena adanya sebuah ketergantungan atau inderdependensi antarsatu elemen masyarakat dengan yang lainnya. Misalkan seorang petani membutuhkan alat-alat pertanian, maka diperlukanlah industri pertanian. Untuk mengangkut hasil panen, mereka membutuhkan alat transportasi sehingga mereka memerlukan industri transportasi.
Dalam paparannya, Ketua MUI PPU menyebutkan bila wilayah PPU itu sendiri menurut sebuah penelitian termasuk ke dalam lima wailayah yang rawan konflik. Namun, menurutnya konflik yang terjadi di wilayah PPU dan juga Kaltim pada umumnya bukan dipicu oleh faktor agama, melainkan pada faktor lain.
ingin mengetahui materi Ketua MUI PPU, silahkan disimak materinya di bawah ini!
Senin, 11 November 2024
Ketua Tim Halal PPU Dampingi SMK 2 PPU Urus Sertifikasi Halal
MUIPPUPost-Penajam - Ketua Tim Halal MUI PPU, Dalam rangka percepatan implementasi sertifikasi halal di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Tim Halal MUI PPU terus bergerak memberikan pelayanannya.
Kali ini, Ketua Tim Halal MUI PPU, Bapak Abu Bakar Sholeh mendampingi SMKN 02 PPU untuk menguruskan sertifikasi halal atas produknya berupa bacekry dan kue.
Menurut penelusuran MUIPOST, SMKN 002 PPU merupakan lembaga pendidikan tingkat sekolah menengah atas yang telah mengurus sertifikat halal untuk produk-produknya hasil kerja siswa anak didik mereka.
Pelayanan Digital MUI PPU
Layanan Digital MUI PPU
Di bawah ini ada tiga layanan digital yang dikembangkan oleh MUI Penajam Paser Utara. Tiga layanan tersebut adalah:
1. Layanan informasi website berisikan informasi, kegiatan, berita, khutbah jum'at, manajemen MUI, dan lain-lain.
2. Konsultasi agama bersama Ketua Komisi Fawa MUI PPU
3. Konsultasi layanan halal MUI PPU bersama Ketua Tim Halal MUI PPU
Caranya,
Silahkan discan dan selanjutnya tinggal diklik opsi layanan yang akan dipilih.
selamat mencoba!
Pemerintah PPU Miliki Perda dan Perbup Fasilitasi Pondok Pesantren
MUIPPUPOST-Penajam. Merupakan suatu kebahagian tersendiri bagi masyarakat pondok pesantren se Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), bahwa tahun 2023 dan 2024 pada peringatan hari santri PPU telah memiliki Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati yang berkaitan dengan Fasilitasi Pondok Pesantren.
"ini merupakan suatu kesyukuran sekaligus kado bagi Hari Santri Nasional di PPU" kata Ketua MUI PPU, KH. Abu Hasan Mubarok, Gr. S.SI. M.Pd
Dengan terbitnya peraturan daerah dan peraturan bupati ini, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat pondok pesantren yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) kabupaten Penajam Paser Utara.
Enam Isu Penting Implementasi Halal
Oleh: KH. Abu Hasan Mubarok, Gr. S.SI. M.Pd
Ketua Umum MUI Penajam Paser Utara
Lahirnya UU JPH ini merupakan usaha keras semua eleman bangsa, terutama Majelis Ulama Indonesia (MUI) yagn telah merawat perjalanan panjang kehalalan produk di Indonesia.
Namun demikian, Dr. Mastuki, M.Ag pernah mengatakan bahwa dalam implementasi UU JPH ini setidaknya ada enam isu sentral yang harus dipahami Bersama, keenam isu tersebut adalah:
Pertama, kewajiban bersertifikat halal bagi UMKM dengan skema self declare dan Badan Pelaksana Jaminan Produk Halal (BPJPH) sebagai penentu standarnya.
Kedua, keberadaan auditor halal oleh Lembaga Penjamin Halal (LPH). Keberadaan auditor halal harus memiliki standarisasi dan sertifikat kompetensi yagn dilaksanakan oleh BPJPH.
Ketiga, kewenangan MUI dalam hal penetapan suatu produk halal. Harapannya adalah bahwa kewenangan ini bisa dilakukan oleh MUI di semua tingkatan, dari pusat sampai daerah.
Keempat, pendirian LPH yang harus diakui keprofesionalannya dan terakreditasi.
Kelima, waktu pengurusan sertifikasi halal yang harus mempertimbangkan aspek efektifitas dan standar jaminan produk halal (SJPH)
Keenam adalah tentang pembiayaan jaminan produk halal.
Selasa, 05 November 2024
MUI PPU Gelar Pelatihan Juru Sembelih Halal
MUIPOST-Penajam, Dalam rangka percepatan implementasi halal di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kab. Penajam Paser Utara menyelenggarakan Pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) untuk hewan unggas.
Acara ini diselenggarakan selama dua hari, 14-15 Mei 2024 di Aula Masjid Agung PPU. Dengan melibatkan 38 peserta yang terdiri dari unsur masyarakat, pengurus MUI Kabupaten dan pengurus MUI di empat kecamatan. Kegiatan ini diselenggarakan selama dua hari, hari pertama untuk teori dan hari kedua untuk praktek. Praktek akan dilaksankana di Rumah Potong Unggas di Samarinda.
Pembicara pada pelatihan ini mendatangkan dua narasumber, yaitu; ketua LPPOM MUI Kalimantan Timur dan Ketua Komisi Fatwa MUI Kalimantan Timur.
Dalam sambutannnya, Ketua Umum MUI Penajam Paser Utara, KH. Abu Hasan Mubarok menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan juru sembelih halal ini menjadi bagian penting dari perjalalan implementasi juru sembelih halal. "Berdasarkan UU JPH No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk halal (JPH) dan SNI No. 99002 tahun 2016 keberadaan Juru Sembelih Halal adalah hal wajib yang harus dipenuhi untuk menghasilkan daging yang halal" tambahnya.
menurutnya, kegiatan seperti ini harus terus dilaksanakan mengingat tingginya kebutuhan daging di kabupaten Penajam Paser Utara.
Ketua MUI PPU juga berharap pemerintah Kab. Penajam Paser Utara dapat mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) tentang implementasi jaminan halal khusus daerah Penajam Paser Utara. "adanya Perda Implementasi JPH di PPU akan mempermudah dan mempercepat terlaksananya UU JPH di PPU" menurutnya.
Rabu, 30 Oktober 2024
MUI PPU Kunjungi MUI Kalimantan Selatan
MUIPPU POST-Penajam. Dalam rangka meningkatkan kapasitas Sumber Daya Pengurus (SDM) MUI Kab. Penajam Paser Utara melakukan kunjungan ke MUI Provinsi Kalimantan Selatan.
Dalam kunjungan tersebut, MUI PPU diketuai oleh KH. Abu Hasan Mubarok ditemani oleh belasan pengurus lainnya. Tema kunjungan adalah merajut ukhuwah, menuai keberkahan.
Dalam kesempatan ini, rombongan MUI PPU disambut dengan hangat oleh Ketua Umum MUI Provinsi Kalimantan Selatan, KH. Husain Naparin beserta jajaran pengurus di Kantor MUI Kalsel yang terletak di komplek Masjid Raya Sabilal Muhtadin.
Selasa, 29 Oktober 2024
Ketua MUI PPU Kenalkan Tim Halal PPU ke Pak PJ Bupati PPU
Jumat, 20 September 2024
Selasa, 12 Maret 2024
Keutamaan Bulan Ramadhan
Keutamaan Bulan Ramadhan
Oleh: Abu Hasan Mubarok, Gr.
S.SI. M.Pd
Ketua Umum MUI PPU
Bulan Ramadhan adalah bulan yang disajikan khusus untuk orang-orang yang beriman dan taat kepada Allah swt. Bulan Ramadhan, bulan ampunan, bulan diturunkan al qur’an, bulan yang hanya diketahui oleh orang-orang yang berkepentingan.
Imam Ibnu Rajab al Hanbali (736-795 H) menyebutkan
dalam lathaif al ma’arif
فأد حقوقه قولا وفعلا وزادك فاتخذه للمعاد
فـمن زرع الحبوب وما سقاها تأوه نادما يوم الحصاد
Bulan Ramadahan adalan
ladang bagi hamba
Untuk membersihkan hati dari
kerusakan
Tunaikanlah kewajiban dengan
perkataan dan perbuatan
Dan penuhilah perbekalanmu,
dan jadikanlah sebagai persiapan untuk hari akhir
Barangsiapa menanam
butir-butiran dan tidak menyiraminya
Penyesalan akan datang pada
hari panennya.
Tulisan ini akan menyebutkan beberapa keutamaan yang
Allah berikan pada bulan suci Ramadhan. Semoga dengan mengetahui keutamaan
tersebut, akan menambah motivasi kita dalam menunaikan kewajiban-kewajiban di
bulan Ramadhan dan dengan itu menjadi persiapan pembekalan untuk hari
kebangkitan.
Disbeutkan dalam sahihain dari Abu Hurairah RA
dari Rasulullah saw bersabda:
إذا جاء رمضان فتحت أبوب الجنة وغـلقت أبواب النار
وصفدت الشياطين
Artinya: apabila datang Ramadhan, maka akan dibuka
pintu-pintu surga dan akan ditutup pintu-pintu neraka.
Syaikh Shalih al ‘Utsaimin menjelaskan bahwa aktifitas
yang sangat langka ini disebabkan banyaknya amal soleh yang ditunaikan, juga
sebagai bentuk penganjuran bagi orang-orang yang suka bermala dalam kebaikan. Sementara
ditutupmnya pintu neraka, karena sedikitnya aktifitas kemaksiatan dari orang-orang
yang beriman, termasuk dalam syaitan dibelenggu.
Keutamaan lainnya adalah sebagaimana diriwayatkan oleh
Imam Ahmad dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah saw bersabda:
أعطيت أمـتى خمس خصال فى رمضان لم تعطـهن أمة من
الأمم قبلها: خلوف فم الصائم أطيب عند الله من ريح المسلك، وتستغفر لهم الملائكة
حتى تفطروا، ويزين الله كل يوم جنته ويقول: يوشك عبادى الصالحون أن يلقوا عنهم
المؤونة والأذى ويصيروا إليك، وتصفد فيه مردة الشياطين، فلا يخلصون إلى ما كانوا
يخلصون إليه فى غيره، ويغفر لهم فى آخر ليلة. قيل: يا رسول الله أهى ليلة القدر؟
قال: ((لا)) ولكن العامل إنما يوفى أجره إذا قضى عمله.
Artinya; Di bulan Ramadhan, umatku diberikan oleh
Allah swt dengan lima perkara. Kelima perkara ini tidak pernah diberikan kepada
umat sebelumnya, yaitu; 1) bau mulut orang yang berpuasa lebih disukai Allah
dari aroma minyak misik, 2) para malaikat senantiasa memohonkan ampunan bagi orang-orang
yang berpuasa sampai mereka berbuka; 3) Allah akan menghiasi surga setiap
harinya, dan dikatakan, “hawatir Ketika mereka bertemu dengan orang-orang yang
salih, sementara surga dalam keadaan berantakan dan menyakitkan; 4)
syaitan-syaitan dibelenggu; 5) di akhir malam, mereka (orang-orang) yagn
berpuasa akan diampuni. Lalu para sahabat berkata, “ya Rasulullah, apakah itu
hanya untuk malam lailatul qadar?”. Rasulullah saw berkata, “tidak”, itu
diberikan kepada orang-orang yang bekerja menunaikan kewajibannya.
Ini merupakan bentuk kasih sayang dan pengkhususan
umat Rasulllah saw. Dalam kondisi umat yang oleh Nabi Musa AS dinilai akan
banyak umat yang tidak sanggup dalam menanggung beban dan kewajiban ini. Maka disisi
yagn lain, Allah swt dengan kemurahan-Nya memberikan berbagai bentuk
keistimewaan-keistimewaan.
Syaitan bagi manusia adalah jelas sebagai musuh dan “harus”
dijadikan musuh. Sebagiamana firman Allah swt dalam surat Fatir ayat 6
إِنَّ ٱلشَّیۡطَـٰنَ لَكُمۡ عَدُوࣱّ فَٱتَّخِذُوهُ
عَدُوًّاۚ
Artinya: sesungguhnya Syaitan bagi kalian adalah musuh,
maka jadikanlah dia (syaitan) sebagai musuh.
Imam Qurthubi (w. 671 H) dalam penjelasannya
menyebutkan bahwa ayat ini memerintahkan untuk memposisikan dalam permusuhan
dan meniadakan ketaatan kepada syaitan. Hal ini dikarenakan syaitan ini adalah
pihak yang telah mengantarkan Adam AS ke tempat pengasingan dari surga-Nya.
Dan juga motivasi syaitan yang abadi dalam hal menyesatkan
manusia dan membangkitkan angan-angan kosong. Sebagaimana firman-Nya di surat
an Nisa ayat 119:
وَلَأُضِلَّنَّهُمْ
وَلَأُمَنِّيَنَّهُمْ
Artinya: dan aku benar-benar akan menyesatkan
mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka.
Juga firman-Nya dalam surat al A’raf ayat 16:
قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ
صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ
Artinya: Iblis menjawab: "Karena Engkau
telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi)
mereka dari jalan Engkau yang lurus.
Sebagai manusia, lebih sering lupa
daripada ingat. Bahkan sering kali sudah ingat, namun pura-pura melupakan. Oleh
karena itu kalimat al qur’an datang dengan redaksi ‘aduwwun fattakhiduhu ‘aduwwan.
Bahkan Imam Fudhail ibn ‘Iyadh
berkata, “wahai jiwa yang pendusta dan penebar kebohongan, takutlan kepada
Allah, dan janganlah kelian cela syaitan dalam kondisi terang-terangan,
sementara kalian taati syaitan dalam kondisi sembunyi-sembunyi”.
Begitu dahsyatnya jera-jerat syaitan
ini. Dan manusia tidak akan sanggup untuk mengenali, bahkan apabila sudah mengenalinya,
justru tambah tersesatnya diri kita, karena seringnya menuruti keinginan
syaitan daripada takut kepada Allah swt.
Di bulan Ramadhan ini, kondisi dan kekuatan
syaitan sangat dibatasi, bahkan dibuat lemah dan tidak berdaya. Maka ini adalah
kesempatan emas dan sangat berharga, di mana kita akan bisa leluasa beribadah,
tanpa ada pihak-pihak yang mengganggu dan menggiring kita ke arah pelanggaran.
Namun, bila kondisi kita justru di
saat-saat ini dalam kondisi yagn terus memproduksi kejahatan dan pelanggaran. Maka
ingatlah aka napa yagn disampaikan oleh Abdullah bin Mas’ud RA:
إذا كان يوم القيامة وأراد الله بعبد خيرا، أعطاه الله كتابه جهرا، وقال له
اقرأ سرا حتى لا يفضحه بين خلقه. فيقرأ سرا فلم يسمعه أحد، فتقول الملائكة إلـهنا
هذه عناية لم تسبق لأحد من العصاة وقد أوعدت من عصاك أن تعذبه وتحرقه بالنار، فيقول
سبحانه وتعالى (( يا ملائكتى إنى أحرقته فى الدنيا بنار الجوع والعطش فى الحر
الشديد فى شهر رمضان فلا أحرقه اليوم بالنيران وقد عفوت عنه وغفرت له ما سلف من
الذنوب والعصيان وأنا الكريم المنان)).
Artinya: apabila datang hari kiamat
dan Allah menginginkan kebaikan kepada hamba-Nya, maka Allah akan berikan kitab
catatan amalnya dengan cara terang-terangan, dan Allah berkata, “bacalah dengan
cara sembunyi-sembunyi, agar terhindar dari celaan di antara hamba-Nya”. Lalu hamba
tersebut membacanya secara sembunyi-sembunyi. Malaikatpun akhirnya bereaksi dan
berkata, “Tuhan kami, ini merupakan bentuk bantuan yang tidak pernah diberikan
kepada seoragn pun dari ahli maksiat, sementara Engkau telah berjanji kepada para
ahli maksiat akan mengadzab mereka dan membakar mereka di neraka?”. Lalu Allah
swt pun menjawab, “wahai Malaikatku, sesungguhnya Aku sudah membakar mereka di
dunia dengan kelaparan dan kehausan pada kondisi panas yang sangat yaitu di
bulan Ramadhan, maka hari ini Aku tidak akan membakar mereka dengan api neraka,
dan sungguh Aku telah memaafkan dan mengampuni merka dari dosa-dosa yagn telah
lalu, Aku adalah Dzat yagn Maha Mulia dan Maha Pemberi kanuria”.
Zawiyah Mubarokah, Rabu, 2 Ramadhan 1445 H/13 Maret 2024
Sabtu, 24 Februari 2024
Malam Nishfu Sya'ban: Cara menghidupkannya
Menghidupkan Malam Nishfu Sya’ban
Oleh: Abu Hasan Mubarok, Gr. S.S.I. M.Pd
Ketua Umum MUI Penajam Paser Utara
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين،
الصلاة والسلام على سيد المرسلين وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:
Malam pertengahan Sya’ban adalah malam yang telah disepakati dan
disahihkan akan keistimewaannya. Pada malam itu ada keutamaan tersendiri di
bandingkan dengan malam-malam lainnya. Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh
Aisyah RA dari Rasulullah saw:
Juga sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Syaibah dalam
Musnafnya;
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ : كُنْت إِلَى جَنْبِ النَّبِيُّ
صلى الله عليه وسلم فَفَقَدْته فَابْتَغَيْتُهُ فَإِذَا هُوَ بِالْبَقِيعِ
رَافِعًا يَدَيْهِ يَدْعُو فَقَالَ : يَا بنت أَبِي بَكْرٍ ، أَخَشِيت أَنَّ
يَحِيفَ اللَّهُ عَلَيْك وَرَسُولُهُ ، إنَّ اللَّهَ يَنْزِلُ فِي هَذِهِ
اللَّيْلَةِ , لَيْلَة النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ , فَيَغْفِرُ فِيهَا مِنَ
الذُّنُوبِ أَكْثَرَ مِنْ عَدَدِ شَعْرِ مَعْزِ كَلْبٍ.
Artinya: dari
Aisyah berkata, “suatu ketika, saya kehilangan Rasulullah saw di sisiku, lalu
saya telusuri, dan ternyata beliau sedang ada di Baqi’ tengah menengadahkan
kedua tangannya ke langit seraya berdoa. Lalu beliau saw berkata, “wahai
putrinya Abu Bakar, apakah kamu takut Allah akan menghilangkan
utusan-Nya?, sesungguhnya pada malam
hari ini, adalah malam pertengahan Sya’ban, Allah akan mengampuni segala dosa,
meski banyaknya sebilang bulu domba”.
Imam Syafi’i RA juga
memberikan pernyataannya yang terkenal, sebagaimaan dalam Sunan al Kubra lil
Baihaqi bahwa:
وَبَلَغَنَا أَنَّهُ كَانَ
يُقَالُ : إِنَّ الدُّعَاءَ يُسْتَجَابُ فِى خَمْسِ لَيَالٍ فِى لَيْلَةِ
الْجُمُعَةِ وَلَيْلَةِ الأَضْحَى وَلَيْلَةِ الْفِطْرِ وَأَوَّلِ لَيْلَةِ مِنْ
رَجَبٍ وَلَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ
Artinya: telah
sampai kepada kami bahwa ada narasi menyebutkan, sesungguhnya doa sangat
dianjurkan pada kelima mala mini, yaitu; 1) malam jum’at, 2) malam ied adha, 3)
malam ied fitri, 4) malam pertama bulan rajab, 5) malam pertengahan sya’ban.
Atas dasar ini, maka tulisan ini akan menjelaska bagaimana
seharusnya menghidupkan malam di malam pertengahan sya’ban atau yang sering
disebut dengan malam nishfu sya’ban.
Pertama, Menghidupkan malam dengan sholat (qiyam al lail)
Pada menghidupkan malam ini dengan sholat bisa dilakukan dengan
sholat tahajud, sholat hajat, sholat tasbeh, dan ditutup dengan sholat witir.
Kedua, memperbanyak membaca istighfar, di antaranya adalah membaca
sayyidul istighfar. Lafaznya adalah:
سَيِّدُ الِاسْتِغْفارِ أنْ تَقُولَ: اللَّهُمَّ أنْتَ رَبِّي لا
إلَهَ إلّا أنْتَ، خَلَقْتَنِي وأنا عَبْدُكَ، وأنا على عَهْدِكَ ووَعْدِكَ
ما اسْتَطَعْتُ، أعُوذُ بكَ مِن شَرِّ ما صَنَعْتُ، أبُوءُ لكَ بنِعْمَتِكَ
عَلَيَّ، وأَبُوءُ لكَ بذَنْبِي فاغْفِرْ لِي؛ فإنَّه لا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ
إلّا أنْتَ.
Keutamaan dari sayyidul istighfar ini adalah barangsiapa yang
membaca doa sayyidul istigfar ini pada waktu siang dengan penuh keyakinan dan
meninggal pada hari itu, maka dia masuk surga. Atau termasuk di antara penduduk
surga, dan bila dibaca pada pagi hari, juga memiliki keutamaan yang sama. Termasuk
bila dibaca pada waktu malam hari.
Ketiga, saling memaafkan dan memberi maaf kepada orang lain baik
diminta maupun tidak diminta.
Keempat, dengan memperbanyak doa.
Di antara doa yang mashur dibaca pada malam pertengahan sya’ban
adalah doa sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannafnya,
Ibnu Abi Dunya dalam ad Du’a dari Abdullah bin Mas’ud RA, juga sebagaimana
diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar RA, lafaz doanya adalah sebagai berikut:
يَا ذَا الْـمَنُّ فَلاَ يَـمُـنُّ عَلَيْهِ، يَا ذَا
الجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ، يَاذَا الطَّوْلِ وَالإِنْـعَامِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ،
ظَـهَرَ اللَّاجِئِيْنَ، وَجَارَ الْـمُسْتَجِيْرِيْنَ، وَمَـأْمَنَ الـخَائِفِيْنَ،
إِنْ كُنْتَ كَـتَبْتَنِى عِنْدَكَ فِى أُمِّ الْكِتَابِ شَقِيًّا، فَامْحُ عَـنىِّ
اْسمَ الشَّقَاءِ، وَأُثْـبُـتْنِى عِنْدَ سَعِيْدًا، مُوْفِقاً لِلْخَيْرِ. وَإِنْ
كُـنْتَ كَـتَبْـتَنِى عِنْدَكَ فِى أُمِّ الْكِتَابِ مَــحْرُوْمًا أَوْ مُـقْـتَرًّا
عَلَيَّ فِى الرِّزْقِ فَامْـحُ حُرْمَـانِى، وَيَـسِّـْر رِزْقِى وَأُثْـبُتْنِى
عِنْدَكَ سَعِيْدًا مُوْفِقًا لِلْخَيْرِ، فَإِنَّكَ تَقُوْلُ فِى كِتَابِكَ الَّذِى
أَنْزَلْتَ (( يَـمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الْكِتَابِ
)). سور الرعد: 39
Kamis, 22 Februari 2024
Khutbah Jum'at_Nishfu Sya'ban: Keistimewaan dan Cara Meraihnya
Nishfu Sya’ban: Keutamaan dan Cara Meraihnya
Oleh: Abu Hasan Mubarok, Gr. S.SI. M.Pd
Ketua Umum MUI Penajam Paser Utara
إن الحمد لله تقدَّس ذاتًا وصفاتٍ وجمالاً، وعزَّ
عظمةً وعلوًّا وجلالاً، وتعالى مجدًا ورفعةً وكمالاً، أحمده - سبحانه - برَى الخلائقَ
فلا نقصَ يعرُوها ولا اعتِلالاً. لك الحمدُ حمدًا طيبًا ومُبارَكًا لك الحمدُ
مولانا عليك المُعوَّلُ، لك الحمدُ أعلى الحمد والشكرِ والثَّنا، أعزُّ وأزكَى ما
يكونُ وأفضلُ. وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له شهادةً تعنُو لها القلوبُ
خضوعًا وامتِثالاً، وأشهد أن نبيَّنا وسيدَنا محمدًا عبدُ الله ورسولُه خيرُ من
عظَّمَ اللهَ أقوالاً وفِعالاً، صلَّى الله عليه وعلى آله الأُلَى دامَ فيهم
الفضلُ هطَّالاً، وصحبِه الذائِدين عن الإسلام كُماةً أبطالاً، والتابعين ومن
تبِعهم بإحسانٍ ما تعاقبَ النيِّرانِ وتوَالَى، وسلَّم تسليمًا مُبارَكًا
سَلسالاً.
أما بعد: فاتقوا الله - عباد الله -، واعلَموا أن
التقوى نورُ القلوب إلى خشيةِ الله ومِشكاتُها، وسبيلُ محبَّته ومَرقاتُها،
وبُرهانُ رهبتِه ودَلالاتُها، ﴿ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ
وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ
خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ ﴾
Jamaah sidang sholat jum’at yang
dimuliakan Allah swt
Pertama, marilah kita panjatkan puji
kehadirat Allah swt, yang suci Dzat-Nya dan memiliki agung-Nya keindahan.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan Nabi Besar
Muhammad saw beserta keluarga, sahabat dan para pengikutnya yang setia sampai
akhir zaman.
Selanjutnya,
khatib berpesan kepada diri khatib pada khususnya dan jamaah pada umumnya,
marilah kita senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah swt,
dengan cara menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Ingatlah firman
Allah swt, “Wahai orang-orang yang beriman, takutlah kalian kepada Allah dan
lihatlah pada diri kalian, apa sesungguhnya amalan yang telah kalian persiapkan
untuk negeri akhirat?”
Jamaah sidang sholat jum’at yang
dimuliakan Allah swt
Allah swt
terlah berfirman pada surat at Taubah ayat 36 :
﴿إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ
ٱللَّهِ ٱثۡنَا عَشَرَ شَهۡرࣰا فِی كِتَـٰبِ ٱللَّهِ یَوۡمَ خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَ ٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ مِنۡهَاۤ أَرۡبَعَةٌ حُرُمࣱۚ ذَ ٰلِكَ ٱلدِّینُ ٱلۡقَیِّمُۚ فَلَا تَظۡلِمُوا۟ فِیهِنَّ أَنفُسَكُمۡۚ وَقَـٰتِلُوا۟
ٱلۡمُشۡرِكِینَ كَاۤفَّةࣰ كَمَا یُقَـٰتِلُونَكُمۡ كَاۤفَّةࣰۚ وَٱعۡلَمُوۤا۟ أَنَّ
ٱللَّهَ مَعَ ٱلۡمُتَّقِینَ﴾
Artinya:
sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah 12 bulan, hal ini sebagaimana
tercantum dalam kitab Allah, mulai dari hari diciptakan langit dan bumi, di
antaranya ada empat bulan yang dimuliakan. Itulah agama yang lurus, maka
janganlah kalian berbuat kedzaliman pada bulan-bulan Istimewa tersebut, dan
perangilah orang-orang yang Musyrik semuanya sebagaimana mereka telah
memerangimu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah Bersama orang-orang yang
bertakwa.
Imam al
Qurhthubi (w. 671 H) dalam al Jami’ li ahkam al qur’an bahwa yang dimaksud
dengan kitab Allah adalah lauhul mahfuz. Artinya bahwa bilangan empat untuk
bulan-bulan yagn diistimewakan sudah telah ditetapkan dan ditentukan sejak
penciptaan langit dan bumi dan itu tertulis di lauhul mahfuz.
Imam an Nasai
meriwayatkan sebuah hadits dari jalur Usamah bin Zaid RA bahwa Rasulullah saw
bersabda:
يا رسولَ اللَّهِ ! لم ارك تَصومُ
شَهْرًا منَ الشُّهورِ ما تصومُ من شعبانَ ؟ ! قالَ : ذلِكَ شَهْرٌ يَغفُلُ
النَّاسُ عنهُ بينَ رجبٍ ورمضانَ ، وَهوَ شَهْرٌ تُرفَعُ فيهِ الأعمالُ إلى ربِّ
العالمينَ ، فأحبُّ أن يُرفَعَ عمَلي وأَنا صائمٌ
Artinya: ya
Rasulullah, Saya tidak melihat engkau banyak berpuasa pada bulan-bulan lainnya,
sebagaimana engkau berpuasa pada bulan Sya’ban? Rasulullah saw menjawab, “itu
adalah bulan yang banyak dilupakan manusia, bulan mulia antara Rajab dan
Ramadhan. Bulan Sya’ban adalah bulan diangkatnya amal perbuatan ke hadirat
Allah Tuhan Seluruh Alam, dan saya suka bila saat amalku diangkat sementara
saya sedang berpuasa. HR. Nasai
Jamaah sidang sholat jum’at yang
dimuliakan Allah swt
Bulan Sya’ban
memiliki keistimewaan tertentu sebagiamana telah disabdakan Rasulullah saw
sendiri. Termasuk pengakuan dari Imam Syafi’i RA sendiri dalam Sunan al Kubra
lil Baihaqi bahwa:
وَبَلَغَنَا أَنَّهُ كَانَ
يُقَالُ : إِنَّ الدُّعَاءَ يُسْتَجَابُ فِى خَمْسِ لَيَالٍ فِى لَيْلَةِ
الْجُمُعَةِ وَلَيْلَةِ الأَضْحَى وَلَيْلَةِ الْفِطْرِ وَأَوَّلِ لَيْلَةِ مِنْ
رَجَبٍ وَلَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ
Artinya: telah
sampai kepada kami bahwa ada narasi menyebutkan, sesungguhnya doa sangat
dianjurkan pada kelima mala mini, yaitu; 1) malam jum’at, 2) malam ied adha, 3)
malam ied fitri, 4) malam pertama bulan rajab, 5) malam pertengahan sya’ban.
Bahkan
disebutkan oleh Imam Abdullah bin Ahmad al Fakihi (899-972 H), seorang ahli
fiqih dalam mazhab Syafi’I dan ahli Bahasa dalam Ahbar Makkah disebutkan bahwa
“disebutkan bahwa penduduk Mekah pada malam pertengahan bulan Sya’ban, mereka
bersungguh-sungguh pada malam tersebut untuk meraih kemuliannya, hal ini mereka
lakukan dari dahulu kala sampai sekarang. Di antara yang diamalkan adalah semua
laki-laki dan Perempuan pergi menuju masjid, sholat berjamaah, berthawaf,
mereka pun menghidupkan malamnya sampai subuh dengan membaca al qur’an sampai
hatam di masjidil haram”.
Jamaah sidang sholat jum’at yang
dimuliakan Allah swt
Sya’ban sendiri
itu memiliki berbagai nama dan arti. Di antaranya adalah sebagaimana disebutkan
oleh al Jauhari, Sya’ban adalah sesuatu yang memiliki makna saling berlawanan.
Sementara Ibnu Duraid mengartikan dengan berpisahnya sesuatu dan menyatunya sesuatu,
atau berkumpulnya sesuatu. Imam al Manawi menggambarkan makna sya’ban adalah
bahwa orang-orang Arab bila telah masuk bulan Rajab, maka mereka akan angkat
senjata, sementara bila sudah masuk ke bulan Sya’ban mereka akan berkumpul,
saling membuat koloni-koloni.
Definisi ini
dipertegas dengan pernyataan Abu Hilal al ‘Askari bahwa berkumpulnya Masyarakat
pada bulan Sya’ban karena ada keinginan yaitu kekuasaan atau menghendaki suatu
pemberian.
Rasulullah saw
sendiri di dalam banyak Riwayat menyebutkan tentang keutamaan malam nisfhu
sya’ban. Di antaranya adalah sebagaimana diriwayatkan dalam Sahih Ibnu Hibban,
dari Mu’adz bin Jabal RA dari Rasulullah saw bersabda;
يطلع الله إلى خلقه في ليلة النصف من شعبان فيغفر لجميع
خلقه إلا لمشرك أو مشاحن
Artinya: Allah
akan menampakkan kepada hamba-Nya pada pertengahan malam sya’ban, kemudian Dia
akan memberikan ampunan kepada semua makhluq-Nya, kecuali pada orang musyrik
atau orang yagn sedang bermusuhan. HR. Ibnu Hibbah, derajat hadits sahih
Dari petunjuk
Rasulullah saw tersebut di atas. Maka malam pertengahan sya’ban memiliki
keistimewaan dan dalam sejarahnya, umat Islam juga memanfaatkan malam ini
dengan berbagai amalan-amalan. Dengan harapan, agar diberikan kebaikan dan
keselamatan dari Allah swt. Lalu, apa yagn harus lakukan atau dikerjakan?
Jamaah sidang sholat jum’at yang
dimuliakan Allah swt
As Sayyid
Muhammad bin Alawi al Makki al Maliki di dalam kitabnya madza fi sya’ban menjelakan
bagaimana menghidupkan malam pertengahan Sya’ban. Menurutnya ada dua pendapat
tentang bagaimana cara menghidupkan malam pertengahan Sya’ban, yaitu:
Pertama, dianjurkan
menghidupkan malam nishfu dengan cara berjamaah di masjid. Adalah Khalid bin
Mi’dan dan Luqman bin ‘Amir, keduanya adalah dari generasi tabi’in, apabila
telah memasuki malam pertengahan Sya’ban akan memakai pakaian yang paling
bagus, menggunakan bukhur dan bercelak. Mereka akan menghidupkan masjid pada
malam tersebut. Pendapat ini, disepakati oleh Ishaq bin Rahawaih, bahkan beliau
mengatakan bahwa menghidupkan malam itu di masjid dengan berjamaah adalah bukan
berkara bid’ah.
Pendapat kedua,
adalah pendapat yang mengatakan bahwa apabila berkumpulnya itu dilakukan secara
berjamaah, maka hal itu tidak disukai.
Namun, bila dilakuakn sendiri-sendiri. Maka hal itu tidak masalah. Ini adalah
pendapat Imam al Auza’I, pemimpin para ulama penduduk Syam.
Jamaah sidang
sholat jum’at yang dimuliakan Allah swt
Umur manusia
adalah pendek, waktu dan kesempatan adalah tidak datang pada kali yagn kedua,
ada masa Istimewa yang bersifat pekanan seperti malam jum’at, tahunan seperti
malam pertengahan Sya’ban. Maka, ingatlah sebuah peristiwa yang terjadi pada
Aisyah RA, sebagiaman dituturkan oleh Ibnu Syaibah dalam Musnafnya;
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ : كُنْت إِلَى جَنْبِ النَّبِيُّ
صلى الله عليه وسلم فَفَقَدْته فَابْتَغَيْتُهُ فَإِذَا هُوَ بِالْبَقِيعِ
رَافِعًا يَدَيْهِ يَدْعُو فَقَالَ : يَا بنت أَبِي بَكْرٍ ، أَخَشِيت أَنَّ
يَحِيفَ اللَّهُ عَلَيْك وَرَسُولُهُ ، إنَّ اللَّهَ يَنْزِلُ فِي هَذِهِ
اللَّيْلَةِ , لَيْلَة النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ , فَيَغْفِرُ فِيهَا مِنَ
الذُّنُوبِ أَكْثَرَ مِنْ عَدَدِ شَعْرِ مَعْزِ كَلْبٍ.
Artinya: dari
Aisyah berkata, “suatu ketika, saya kehilangan Rasulullah saw di sisiku, lalu
saya telusuri, dan ternyata beliau sedang ada di Baqi’ tengah menengadahkan
kedua tangannya ke langit seraya berdoa. Lalu beliau saw berkata, “wahai
putrinya Abu Bakar, apakah kamu takut Allah akan menghilangkan
utusan-Nya?, sesungguhnya pada malam
hari ini, adalah malam pertengahan Sya’ban, Allah akan mengampuni segala dosa,
meski banyaknya sebilang bulu domba”.
Janganlah
sampai kita kehilangan momentum terbaik ini, adalah momentum yang datang di
ukuran tahun sekali. maka;
وَسَارِعُوۤا۟ إِلَىٰ مَغۡفِرَةࣲ مِّن رَّبِّكُمۡ
Artinya:
berlomba-lombalah kalian dalam meraih ampunan tuhan kalian. QS al Imran ayat
133.
بارك الله لى ولكم فى القرآن الكريم
ونفعنى وإثاكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم، أقول قولي هذا وأستغفر الله
العظيم لى ولكم ولسائر المسلمين والمسلمات استغفروه إنه هو الغفور الرحيم










.png)














