Seri Khutbah Jum’at
Ancaman Bagi Para Pemakan
Barang Haram
Oleh: KH. Abu Hasan Mubarok
Ketua Umum MUI Penajam Paser
Utara
Disampaikan pada khutbah jum’at,
21 Februari 2025
الحمد لله، الحمد لله أبدعَ
ما أوجدَ، وأتقنَ ما صنَعَ، وكلُّ شيءٍ لجبروته ذلَّ ولعظمته خضَعَ، سبحانه وبحمده
في رحمته الرجاء، وفي عفوِه الطمعُ، وأُثنِي عليه وأشكُره؛ فكم من خيرٍ أفاضَ
ومكروهٍ دفَع، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له تعالى في مجده وتقدَّس
وفي خلقِه تفرَّد وأبدَع، وأشهد أن سيدنا ونبيَّنا محمدًا عبدُ الله ورسوله أفضلُ
مُقتدًى به وأكملُ مُتَّبَع، صلَّى الله وسلَّم وبارَك عليه وعلى آله وأصحابه أهل
الفضلِ والتّقَى والورَع، والتابعين ومن تبِعَهم بإحسانٍ ولنهجِ الحق لزِم
واتَّبَع، وسلَّم تسليمًا كثيرًا.
أما بعد: فأُوصيكم - أيها
الناس - ونفسي بتقوى الله، فاتقوا الله - رحمكم الله -؛ فالحياة يعقُبُها الممات،
والأترابُ يُسلِمون للتراب، سبقَ القومُ بكثرة الصلاة والصوم، هجَروا لَذيذَ
المنام، وغايتُهم دارُ السلام، فالجِدَّ الجِدَّ - رحمكم الله - من أجل أن تغنَموا،
والبِدارَ البِدَارَ من قبل أن تندَموا، واطرُقوا في الدُّجَى بابَ الرجاء، الموتُ
بابٌ مورود، والأجلُ غيرُ مردود، ﴿
ذَلِكَ يَوْمٌ مَجْمُوعٌ لَهُ النَّاسُ وَذَلِكَ يَوْمٌ مَشْهُودٌ * وَمَا نُؤَخِّرُهُ
إِلَّا لِأَجَلٍ مَعْدُودٍ * يَوْمَ يَأْتِ لَا تَكَلَّمُ نَفْسٌ إِلَّا
بِإِذْنِهِ فَمِنْهُمْ شَقِيٌّ وَسَعِيدٌ ﴾
[هود: 103- 105].
Segala puji milik Allah swt,
yang telah menjadikan dan menjadi indah, dan segala sesuatu tertunduk
dihadapan-Nya. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Besar
Muhammad saw, beserta para keluarga, sahabat, dan pengikut setia sampai akhir
zaman.
Selanjutnya, khatib berpesan
khususnya kepada khatib pribadi dan umumnya kepada jamaah sekalian untuk senantiasa
bertakwa kepada Allah swt, dengan cara menjalankan perintah-Nya dan meninggalkan
larangan-Nya. Itulah makna takwa yang sesungguhnya, hanya orang-orang yang
diberikan hati yang selamat yang bisa menjalankan amanah ini dan hanya ini
jalan keselamatan dunia dan akhirat satu-satunya.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ
اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا
زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ
الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ
رَقِيبًا
Jamaah kaum muslimin sidang
jum’at yang dimuliakan Allah swt
Setiap Muslim harus
menjalani kehidupannya di jalur syari’at. Dunia ini telah diciptakan Allah swt
dengan aturan dan hukum-hukum-Nya. Begitujuga kehidupan di akhirat juga ada
hukum-hukumnya dan aturannya. Barangsiapa mengikuti aturan dan ketentuan-Nya,
maka akan selamat, dan barangsiapa menjauh dari jalur yang sudah ditetapkan-Nya,
maka akan celaka dan binasa.
Allah swt berfirman dalam Qs
Al Baqarah ayat 187:
تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلَا
تَقْرَبُوهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ آَيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ
يَتَّقُونَ
Artinya: itulah hukum-hukum
Allah, maka jangan dilanggar, dan begitulah Allah menjelaksan kepada para
manusia tanda-tanda-Nya agar mereka menjadi orang yang bertakwa.
Salah satu aturan yang telah
Allah swt tetapkan adalah dalam hal makanan, minuman dan segala produk yang
digunakan oleh manusia. Bahkan perintah pertama kepada Nabi Adam As dan Hawa
adalah untuk menjauhi barang yang dilarang. Ingat firman Allah swt dalam QS al
Baqarah ayat 35
وَلَا تَقْرَبَا هَذِهِ
الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ
Artinya: dan janganlah kelian
berdua pohon ini, niscaya kalian berdua akan menjadi orang yang dzalim.
Imam Muhammad Sayyid
Thanthawi dalam tafsirnya mengatakan bahwa larangan adalah bentuk mubalaghah
dari larangan dalam hal konsumsi. Adam As dan Hawa dilarang untuk mendekati
atau memakan pohon tersebut.
Jamaah kaum muslimin sidang
jum’at yang dimuliakan Allah swt
Kondisi akhir zaman di mana setiap
manusia tidak akan menghiraukan dari mana asal sumber rizki mereka sudah
diprediksi oleh Rasulullah saw. Apabila kondisi ini terjadi pada diri kita, artinya
kita sedang berada pada titik nadir keimanan kepada Allah swt. Karena kita
tidak lagi menghiraukan halal dan haram pada sesuatu.
Dari Abi Hurairah RA
berkata, dari Rasulullah saw bersabda:
يَأْتي على النّاسِ زَمانٌ لا يُبالِي المَرْءُ ما أخَذَ منه؛ أمِنَ الحَلالِ أمْ مِنَ الحَرامِ.
Artinya: Akan datang kepada
manusia suatu zaman di mana seseorang tidak peduli apa yang ia ambil; apakah
dari yang halal atau dari yang haram.
Rasulullah saw sudah
mengingatkan sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud RA, Dimana
Rasulullah saw bersabda:
طلبُ الحلالِ فريضةٌ
بعدَ الفريضةِ
Artinya: mencari barang atau
pekerjaan halal itu suatu bentuk kewajiban di atas kewajiban.
Para ulama berkomentar
terhadap hadits ini dengan menyebutkan bahwa pengurusan halal itu adalah bentuk
prioritas di atas segala-galanya.
Untuk menegaskan tentang
perkara ini, ada sebuah hadits yang menyebutkan bahwa:
طلبُ الحلالِ مِثْلُ مُقارَعَةِ الأبطالِ في
سبيلِ اللهِ، ومن بات عَيِيًّا من طلبِ الحلالِ بات واللهُ تعالى
عنه راضٍ
Artinya: Mencari yang halal
seperti berjuang melawan pahlawan di jalan Allah, dan siapa yang terjaga dengan
kebingungan dalam mencari yang halal, maka Allah SWT ridha kepadanya.
العبادةُ عشرةُ أجزاءٍ تسعةٌ
مِنها في طلبِ الحلالِ
Artinya: ibadah itu terbagi
menjadi sepuluh bagian, Sembilan bagian darinya ada pada mencari barang yang
halal.
Jamaah kaum muslimin sidang
jum’at yang dimuliakan Allah swt
Di banyak firman Allah swt
dan perkataan dari Rasulullah saw yang menjelaskan tentang bagaimana ancaman
terhadap orang-orang yang memakan barang haram. Di antaranya adalah:
Pemakan barang haram akan
berakhir di neraka.
Dari Abu Bakar as Shiddiq RA,
Rasulullah saw bersabda:
كُلُّ لحمٍ أنبتَه
السُّحتُ فالنارُ أولى به
Artinya: setiap daging yang
tumbuh dari barang haram, maka neraka adalah tempat yang paling layak baginya.
Pemakan barang haram akan
terkunci hatinya dan sampah lisannya
من أكل الحلال أربعين يوما
نور الله قلبه وأجرى ينابيع الحكمة من قبله على لسانه
Artinya: barangsiapa memakan
barang yang halal selama empat puluh hari, maka Allah akan memberikan Cahaya pada
hatinya dan akan menumbuhkan benih-benih hikmah dalam hatinya yagn terpancari
dari lisannya.
Pemakan barang haram akan
ditolak dan tertolak doa-doanya
أَيُّها النّاسُ، إنَّ اللَّهَ
طَيِّبٌ لا يَقْبَلُ إلَّا طَيِّبًا، وإنَّ اللَّهَ أمَرَ المُؤْمِنِينَ بما أمَرَ
به المُرْسَلِينَ، فقالَ: ﴿يا أَيُّها الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّباتِ واعْمَلُوا
صالِحًا إِنِّي بِما تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ﴾ [المؤمنون: ٥١]، وقالَ: ﴿يا أَيُّها الَّذِينَ
آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّباتِ ما رَزَقْناكُمْ﴾ [البقرة: ١٧٢]، ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ
يُطِيلُ السَّفَرَ أشْعَثَ أغْبَرَ، يَمُدُّ يَدَيْهِ إلى السَّماءِ، يا
رَبِّ، يا رَبِّ، ومَطْعَمُهُ حَرامٌ، ومَشْرَبُهُ حَرامٌ، ومَلْبَسُهُ حَرامٌ،
وغُذِيَ بالحَرامِ، فأنّى يُسْتَجابُ لذلكَ
Artinya: Wahai manusia,
sesungguhnya Allah adalah Maha Baik dan tidak menerima kecuali yang baik, dan
Allah memerintahkan orang-orang beriman sebagaimana Dia memerintahkan para
rasul, maka Dia berfirman: "Wahai para rasul, makanlah dari yang baik-baik
dan lakukanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang kalian
kerjakan" [Al-Mu’minun: 51]. Dan Dia berfirman: "Wahai orang-orang
yang beriman, makanlah dari rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepada
kalian" [Al-Baqarah: 172]. Kemudian Dia menyebutkan seorang pria yang
melakukan perjalanan jauh dalam keadaan kusut dan berdebu, mengulurkan kedua
tangannya ke langit, "Ya Tuhan, Ya Tuhan," padahal makanannya haram,
minumannya haram, pakaiannya haram, dan dia diberi makan dengan yang haram. Lalu,
bagaimana permohonannya bisa dikabulkan?.. HR. Muslim
Pemakan barang haram akan
tertolak ibadahnya selama barang tersebut masih menempel
من اشترى ثوبا بعشرة دراهم
وفى ثمنه درهم حرام لم يقبل الله صلاته مادام عليه من شيئ
Artinya: barangsiapa membeli
pakaian dengan sepuluh dirham, dan satu dirham berasal dari barang haram, maka
Allah tidak akan menerima solatnya selama satu dirham tersebut masih ada di
dalamnya.
Jamaah kaum muslimin sidang
jum’at yang dimuliakan Allah swt
Kini umat Islam di Indonesia
bisa berbangga hati, karena perihal telah diakuinya dan dilegalkannya Jaminan Produk
Halal (JPH) yaitu lahirnya UU No. 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Di
mana disebutkan di pasal 4 bahwa setiap produk yang masuk, beredar, dan
diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal.
Sertifikat halal ini
termasuk juga dalam hal penyembelihan hewan, ayam, dan semua yang dikonsumsi
oleh kita sebagai manusia. Apabila ada hewan yagn disembelih dengan cara yang
tidak sesuai ajaran Islam, maka hewan tersebut adalah bangkai, dan memakan
bangkai berarti memakan barang haram.
Imam Ibnu Hajar al Haitami al
Makkai As Syafi’I dalam az zawajir fi
iqtiraf al kabair mengkategorikan para pemakan bangkai ini sebagia bentuk
dosa besar. Berdalih dengan 2 ayat yang menegaskan pendapatnya yaitu QS al
Maidah ayat 3 dan al An’am ayat 145, di mana disebutkan bahwa memakan bangkai
adalah bentuk kefasikan dan kenajisan.
بارك الله لى ولكم في القرآن
العظيم، ونفعنى وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم، أقول قولى هذا وأستغفر
الله العظيم لى ولكم ولسائر المسلمين والمسلمات، استغفروا إنه هو الغفور الرحيم
Khutbah
Kedua
الحمد لله الذي خلق الخلقَ
بقدرته، ومَنَّ على من شاء بطاعته، وخذلَ من شاء بحكمته، فسبحان الله الغني عن كل
شيءٍ، فلا تنفعه طاعةُ من تقرَّب إليه بعبادته، ولا تضرُّه معصيةُ من عصاه لكمال
غِناه وعظيم عزَّته، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له في إلاهيَّته،
وأشهد أن نبيَّنا وسيِّدَنا محمدًا عبدُه ورسولُه خيرتُه من خليقته، اللهم صلِّ
وسلِّم وبارِك على عبدك ورسولِك محمدٍ وعلى آله وصحابته صلاةً وسلامًا كثيرًا. أما
بعد:
فيا أيها المؤمنون أوصى نفسى
بتق الله فقد فاز المتقون، قال الله تعالى في محكم التنزيل (( يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ
لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ
وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا ))
إِنَّ اللَّهَ
وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا
صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
اللهم صل على سيدنا محمد وعلى
آل سيدنا محمد كما صليت على سيدن إبراهيم وعلى آل سيدنا إبراهيم وبارك على سيدنا محمد
وعلى آل سيدنا محمد كما باركت على سيدنا إبراهيم وعلى آل إبراهيم في العالمين إنك
حميد مجيد.
وارضَ اللهم عن خلفائه
الراشدين الذين قضَوا بالحق وبه كانوا يعدِلون: أبي بكرٍ، وعمر، وعثمان، وعليٍّ،
وعن سائر الصحابةِ أجمعين، وعنَّا معهم بجُودِك وكرمِك يا أكرم الأكرمين.
اللهم اغفر للمسلمين
والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات، اللهم أعِزَّ الإسلام
والمسلمين، وأذِلَّ الشرك والمشركين، ودمِّر أعداء الدين، واجعل اللهم هذا البلد
آمِنًا مُطمئنًّا رخاءً وسائر بلاد المسلمين.
اللهم إنا نسألُك الإخلاصَ في
القولِ والعملِ، اللهم انصُر المُستضعَفين من المؤمنين في كل مكانٍ، اللهم كُن لهم
وليًّا ونصيرًا، ومُعينًا وظهيرًا، اللهم عجِّل لهم بالفرَج والنَّصر يا قوي يا
عزيز، اللهم وأدِر دوائرَ السَّوء على عدوِّك وعدوِّهم. اللهم اجمع كلمةَ
المُسلمين على الحقِّ يا رب العالمين. اللهم أصلِح لنا دينَنا الذي هو عصمةُ
أمرنا، وأصلِح لنا دنيانا التي فيها معاشُنا، وأصلِح لنا آخرتَنا التي إليها
معادُنا، واجعل الحياةَ زيادةً لنا في كل خيرٍ، والموتَ راحةً لنا من كل شرٍّ. اللهم
آتِ نفوسَنا تقواها، وزكِّها أنت خيرُ من زكَّاها. اللهم إنا نعوذُ بك من زوال
نعمتك، وتحوُّل عافيتك، وفُجاءة نقمتك، وجميعِ سخطك.
عباد الله: ﴿
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى
عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
﴾ [النحل:
90].
فاذكروا الله العظيم الجليل
يذكركم، واشكروه على آلائه ونعمه يزِدكم، ولذكر الله أكبر، والله يعلم ما تصنعون.