Kamis, 27 Februari 2025

Ketika Menghakhiri Bulan dan Mengawalinya; Bagaimana Rasulullah saw Lakukan

Oleh: KH. Abu Hasan Mubarok

Bulan Sya’ban sudah diujung, ini artinya bulan penuh ampunan akan segera tiba. Bulan sya’ban yang disebut-sebut sebagai bulan penyemaian, perawatan, pembinaan akan segera undur diri dari rentang waktu kita tahun ini. Bulan Sya’ban Kembali akan datang menyapa kita setelah 11 bulan kemudian, yaitu di tahun 1447 H.

Nanti sore, Jum’at (28/2) beberapa orang dan petugas pemantau hilal sudah ditugaskan di titik-titik pantau setidaknya ada 125 titik pantau yang telah disiapkan untuk menyapa kedatangan hilal Ramadhan tahun 1446 H ini. Tamu agung akan segera datang, gemuruh tasbih, takbir, tahmid berkumandang, burung-burung pun ikut bersorak-sorai kegirangan. Segenap Malaikat pun akan ikut Bersiap-siap dan berhias menyambutnya. Dan tak kalah hebat, para bidadari surgawi juga akan berhias bagi orang-orang yang akan berpuasa.

Lantas, sebagai ummat Rasulullah saw yang senantiasa meneladani sikap dan Tindakan beliau terkait pergi dan datang bulan baru bagaimana? Apa yagn harus dilakukan. Tulisan ini akan sedikit berceita satu amalan sunah dan hikmah di baliknya.

Sahabat Thalhah bin Ubaidillah RA menjelaskan perihal sikap kebiasaan Rasulullah saw ketika mengantar bulan lama dan menyambut bulan baru. Beliau RA berkata,

اللّهمَّ أهِلَّهُ عليْنا بالأمْن والإيمان، وَالسَّلامَةِ وَالإسلامِ، ربِّي وربُّكَ اللهُ

Artinya: adalah Rasulullah saw apabila melihat hilal, maka akan membaca Allahumma ahillahu ‘alaina bil amni wal iman wassalamata wal islam, rabbi wa rabbuka Allah. HR. Tirmidzi, Ahmad, ad Darimi.

Dari hadits ini jelas, bahwa Rasulullah saw apabila mengawali sesuatu itu membiasakan diri dengan permohonan kebaikan kepada Allah swt, kebaikan iman, keamanan, keselamatan.

Permulaan bulan dan pungkasan bulan menandakan isyarat bahwa dalam mengawali sesuatu dan mengakhiri sesuatu hendaknya melibatkan Allah swt.

Doa ini juga bisa dijadikan sebagai bacaan sore hari ini, bertepatan dengan akhir bulan Sya’ban. Namun juga perlu diketahui bahwa ada petunjuk lain dalam hal penentuan awal dan akhir bulan hijriyah.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar RA berkata, dirinya mendengar Rasulullah saw bersabda:

إذا رَأَيْتمُوه فَصُومُوا، وإذا رَأَيْتُمُوه فَأفْطِروُا، فإن غُمَّ عليكم فَاقْدُرُوا له

Artinya: Apabila kalian telah melihat hilal, maka berpuasalah. Dan apabila kalian telah melihat hilal, maka berbukalah. Dan apabila terhalang penglihatan (karena cuaca alam), maka genapkan bilangan. HR. Bukhari-Muslim

Dengan petunjuk dua hadits tersebut di atas. Maka, sore hari ini, kita perlu memastikan dahulu tentang awal dan akhir suatu bulan, dan bila memang hilal telah tampak, barulah kita membaca doa sebagaimana riwayat Thalhah bin Ubaidillah RA tersebut di atas.


 

 

Rabu, 26 Februari 2025

MUI PPU Pimpin Pengawasan Halal Bersama Tim Gabungan

Penajam-MUIPOST- Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1446 H, MUI PPU bersama Dinas Pertanian, Satpol PP, Kelurahan Petung, Tim Halal MUI PPU, Satgas Halal Kemenag mengadakan Kegiatan Informasi dan Edukasi (KIE) terkait Jaminan Produk Halal (JPH). Kegiatan ini dilakukan dengan mengunjungi pasar Induk Petung, pada Rabu pagi 06.00 WITA.

KIE dilakukan dengan mendatangi dan mewawancarai pelaku usaha, terutama daging hewan, hewan unggas dan penggilingan daging. Pada sidak perdana ini, tim gabungan menemukan bahwa semua hewan sapi disembelih di Rumah Penyembelihan Hewan (RPH), semantara untuk hewan unggas (ayam) belum ada yang disembelih di Rumah Potong Unggas (RPU) yang tersertifikasi halal dan penyembelihan dilakukan oleh tenaga yang belum memiliki sertifikat halal.

Kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab MUI PPU bersama pemerintah yang diberikan oleh Undang-Undang No. 33 Tahun 2014 tentang JPH. Di samping itu juga dalam merespon harapan masyarakat dalam hal kepastian makanan yang beredar adalah produk halal.

Menurut ketua MUI PPU dalam menghadapi bulan suci Ramadhan dan Lebaran biasanya permintaan pasar akan naik. “MUI PPU ingin memastikan bahwa produk daging hewan dan unggas yang diperjualbelikan dan dikonsumsi masyarakat PPU telah memenuhi kehalalalan sesuai undang-undang yang berlaku” ujarnya.

Menurut data BPS PPU tahun 2024, jumlah ayam potong di Kab. Penajam Paser Utara mencapai 1.910.823 ekor pertahun. “Tentu bila dilakukan kajian mendalam ini bisa menjadi salah satu pendapatan asli daerah yang sangat potensial” tambahnya.

Sidak ini juga sekaligus untuk mendapatkan informasi dan masukan dari masyarakat para pelaku usaha dalam rangka implementasi UU JPH di Kabupaten Penajam Paser Utara. “InsyaAllah, kami dari MUI PPU sudah meminta kepada DPRD PPU untuk segera melakukan pembahasan terkait Peraturan Daerah JPH di PPU” tambah Ketua MUI PPU.

Sekedar informasi, bahwa MUI PPU sudah pernah menyelenggarakan pelatihan sembelih halal dan diikuti oleh 38 peserta, pada 14-15 Mei 2024. 

Dengan sidak ini, diharapkan banyak pelaku usaha yang tidak sekedar sadar, namun juga memiliki tanggungjawab untuk menghadirkan makanan yang halal, dan indikatornya adalah telah tersertifikasi halal. AHM











Kamis, 20 Februari 2025

Ancaman Bagi Para Pemakan Barang Haram

 Seri Khutbah Jum’at

 

Ancaman Bagi Para Pemakan Barang Haram

Oleh: KH. Abu Hasan Mubarok

Ketua Umum MUI Penajam Paser Utara

Disampaikan pada khutbah jum’at, 21 Februari 2025

 

الحمد لله، الحمد لله أبدعَ ما أوجدَ، وأتقنَ ما صنَعَ، وكلُّ شيءٍ لجبروته ذلَّ ولعظمته خضَعَ، سبحانه وبحمده في رحمته الرجاء، وفي عفوِه الطمعُ، وأُثنِي عليه وأشكُره؛ فكم من خيرٍ أفاضَ ومكروهٍ دفَع، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له تعالى في مجده وتقدَّس وفي خلقِه تفرَّد وأبدَع، وأشهد أن سيدنا ونبيَّنا محمدًا عبدُ الله ورسوله أفضلُ مُقتدًى به وأكملُ مُتَّبَع، صلَّى الله وسلَّم وبارَك عليه وعلى آله وأصحابه أهل الفضلِ والتّقَى والورَع، والتابعين ومن تبِعَهم بإحسانٍ ولنهجِ الحق لزِم واتَّبَع، وسلَّم تسليمًا كثيرًا.

أما بعد: فأُوصيكم - أيها الناس - ونفسي بتقوى الله، فاتقوا الله - رحمكم الله -؛ فالحياة يعقُبُها الممات، والأترابُ يُسلِمون للتراب، سبقَ القومُ بكثرة الصلاة والصوم، هجَروا لَذيذَ المنام، وغايتُهم دارُ السلام، فالجِدَّ الجِدَّ - رحمكم الله - من أجل أن تغنَموا، والبِدارَ البِدَارَ من قبل أن تندَموا، واطرُقوا في الدُّجَى بابَ الرجاء، الموتُ بابٌ مورود، والأجلُ غيرُ مردود، ﴿ ذَلِكَ يَوْمٌ مَجْمُوعٌ لَهُ النَّاسُ وَذَلِكَ يَوْمٌ مَشْهُودٌ * وَمَا نُؤَخِّرُهُ إِلَّا لِأَجَلٍ مَعْدُودٍ * يَوْمَ يَأْتِ لَا تَكَلَّمُ نَفْسٌ إِلَّا بِإِذْنِهِ فَمِنْهُمْ شَقِيٌّ وَسَعِيدٌ [هود: 103- 105].

 

Segala puji milik Allah swt, yang telah menjadikan dan menjadi indah, dan segala sesuatu tertunduk dihadapan-Nya. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Besar Muhammad saw, beserta para keluarga, sahabat, dan pengikut setia sampai akhir zaman.

 

Selanjutnya, khatib berpesan khususnya kepada khatib pribadi dan umumnya kepada jamaah sekalian untuk senantiasa bertakwa kepada Allah swt, dengan cara menjalankan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya. Itulah makna takwa yang sesungguhnya, hanya orang-orang yang diberikan hati yang selamat yang bisa menjalankan amanah ini dan hanya ini jalan keselamatan dunia dan akhirat satu-satunya.

 

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

Jamaah kaum muslimin sidang jum’at yang dimuliakan Allah swt

Setiap Muslim harus menjalani kehidupannya di jalur syari’at. Dunia ini telah diciptakan Allah swt dengan aturan dan hukum-hukum-Nya. Begitujuga kehidupan di akhirat juga ada hukum-hukumnya dan aturannya. Barangsiapa mengikuti aturan dan ketentuan-Nya, maka akan selamat, dan barangsiapa menjauh dari jalur yang sudah ditetapkan-Nya, maka akan celaka dan binasa.

 

Allah swt berfirman dalam Qs Al Baqarah ayat 187:

تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ آَيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

Artinya: itulah hukum-hukum Allah, maka jangan dilanggar, dan begitulah Allah menjelaksan kepada para manusia tanda-tanda-Nya agar mereka menjadi orang yang bertakwa.

 

Salah satu aturan yang telah Allah swt tetapkan adalah dalam hal makanan, minuman dan segala produk yang digunakan oleh manusia. Bahkan perintah pertama kepada Nabi Adam As dan Hawa adalah untuk menjauhi barang yang dilarang. Ingat firman Allah swt dalam QS al Baqarah ayat 35

وَلَا تَقْرَبَا هَذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ

Artinya: dan janganlah kelian berdua pohon ini, niscaya kalian berdua akan menjadi orang yang dzalim.

 

Imam Muhammad Sayyid Thanthawi dalam tafsirnya mengatakan bahwa larangan adalah bentuk mubalaghah dari larangan dalam hal konsumsi. Adam As dan Hawa dilarang untuk mendekati atau memakan pohon tersebut.

 

Jamaah kaum muslimin sidang jum’at yang dimuliakan Allah swt

Kondisi akhir zaman di mana setiap manusia tidak akan menghiraukan dari mana asal sumber rizki mereka sudah diprediksi oleh Rasulullah saw. Apabila kondisi ini terjadi pada diri kita, artinya kita sedang berada pada titik nadir keimanan kepada Allah swt. Karena kita tidak lagi menghiraukan halal dan haram pada sesuatu.

 

Dari Abi Hurairah RA berkata, dari Rasulullah saw bersabda:

يَأْتي على النّاسِ زَمانٌ لا يُبالِي المَرْءُ ما أخَذَ منه؛ أمِنَ الحَلالِ أمْ مِنَ الحَرامِ.

Artinya: Akan datang kepada manusia suatu zaman di mana seseorang tidak peduli apa yang ia ambil; apakah dari yang halal atau dari yang haram.

 

Rasulullah saw sudah mengingatkan sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud RA, Dimana Rasulullah saw bersabda:

طلبُ الحلالِ فريضةٌ بعدَ الفريضةِ

Artinya: mencari barang atau pekerjaan halal itu suatu bentuk kewajiban di atas kewajiban.

Para ulama berkomentar terhadap hadits ini dengan menyebutkan bahwa pengurusan halal itu adalah bentuk prioritas di atas segala-galanya.

 

Untuk menegaskan tentang perkara ini, ada sebuah hadits yang menyebutkan bahwa:

 طلبُ الحلالِ مِثْلُ مُقارَعَةِ الأبطالِ في سبيلِ اللهِ، ومن بات عَيِيًّا من طلبِ الحلالِ بات واللهُ تعالى عنه راضٍ

Artinya: Mencari yang halal seperti berjuang melawan pahlawan di jalan Allah, dan siapa yang terjaga dengan kebingungan dalam mencari yang halal, maka Allah SWT ridha kepadanya.

العبادةُ عشرةُ أجزاءٍ تسعةٌ مِنها في طلبِ الحلالِ

Artinya: ibadah itu terbagi menjadi sepuluh bagian, Sembilan bagian darinya ada pada mencari barang yang halal.

 

Jamaah kaum muslimin sidang jum’at yang dimuliakan Allah swt

Di banyak firman Allah swt dan perkataan dari Rasulullah saw yang menjelaskan tentang bagaimana ancaman terhadap orang-orang yang memakan barang haram. Di antaranya adalah:

 

Pemakan barang haram akan berakhir di neraka.

Dari Abu Bakar as Shiddiq RA, Rasulullah saw bersabda:

كُلُّ لحمٍ أنبتَه السُّحتُ فالنارُ أولى به

Artinya: setiap daging yang tumbuh dari barang haram, maka neraka adalah tempat yang paling layak baginya.

 

Pemakan barang haram akan terkunci hatinya dan sampah lisannya

من أكل الحلال أربعين يوما نور الله قلبه وأجرى ينابيع الحكمة من قبله على لسانه

Artinya: barangsiapa memakan barang yang halal selama empat puluh hari, maka Allah akan memberikan Cahaya pada hatinya dan akan menumbuhkan benih-benih hikmah dalam hatinya yagn terpancari dari lisannya.

 

Pemakan barang haram akan ditolak dan tertolak doa-doanya

 أَيُّها النّاسُ، إنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لا يَقْبَلُ إلَّا طَيِّبًا، وإنَّ اللَّهَ أمَرَ المُؤْمِنِينَ بما أمَرَ به المُرْسَلِينَ، فقالَ﴿يا أَيُّها الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّباتِ واعْمَلُوا صالِحًا إِنِّي بِما تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ [المؤمنون: ٥١]، وقالَ﴿يا أَيُّها الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّباتِ ما رَزَقْناكُمْ [البقرة: ١٧٢]، ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أشْعَثَ أغْبَرَ، يَمُدُّ يَدَيْهِ إلى السَّماءِ، يا رَبِّ، يا رَبِّ، ومَطْعَمُهُ حَرامٌ، ومَشْرَبُهُ حَرامٌ، ومَلْبَسُهُ حَرامٌ، وغُذِيَ بالحَرامِ، فأنّى يُسْتَجابُ لذلكَ

Artinya: Wahai manusia, sesungguhnya Allah adalah Maha Baik dan tidak menerima kecuali yang baik, dan Allah memerintahkan orang-orang beriman sebagaimana Dia memerintahkan para rasul, maka Dia berfirman: "Wahai para rasul, makanlah dari yang baik-baik dan lakukanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang kalian kerjakan" [Al-Mu’minun: 51]. Dan Dia berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman, makanlah dari rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepada kalian" [Al-Baqarah: 172]. Kemudian Dia menyebutkan seorang pria yang melakukan perjalanan jauh dalam keadaan kusut dan berdebu, mengulurkan kedua tangannya ke langit, "Ya Tuhan, Ya Tuhan," padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan dia diberi makan dengan yang haram. Lalu, bagaimana permohonannya bisa dikabulkan?.. HR. Muslim

 

Pemakan barang haram akan tertolak ibadahnya selama barang tersebut masih menempel

من اشترى ثوبا بعشرة دراهم وفى ثمنه درهم حرام لم يقبل الله صلاته مادام عليه من شيئ

Artinya: barangsiapa membeli pakaian dengan sepuluh dirham, dan satu dirham berasal dari barang haram, maka Allah tidak akan menerima solatnya selama satu dirham tersebut masih ada di dalamnya.

 

Jamaah kaum muslimin sidang jum’at yang dimuliakan Allah swt

Kini umat Islam di Indonesia bisa berbangga hati, karena perihal telah diakuinya dan dilegalkannya Jaminan Produk Halal (JPH) yaitu lahirnya UU No. 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Di mana disebutkan di pasal 4 bahwa setiap produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal.

 

Sertifikat halal ini termasuk juga dalam hal penyembelihan hewan, ayam, dan semua yang dikonsumsi oleh kita sebagai manusia. Apabila ada hewan yagn disembelih dengan cara yang tidak sesuai ajaran Islam, maka hewan tersebut adalah bangkai, dan memakan bangkai berarti memakan barang haram.

 

Imam Ibnu Hajar al Haitami al Makkai As Syafi’I dalam  az zawajir fi iqtiraf al kabair mengkategorikan para pemakan bangkai ini sebagia bentuk dosa besar. Berdalih dengan 2 ayat yang menegaskan pendapatnya yaitu QS al Maidah ayat 3 dan al An’am ayat 145, di mana disebutkan bahwa memakan bangkai adalah bentuk kefasikan dan kenajisan.

 

بارك الله لى ولكم في القرآن العظيم، ونفعنى وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم، أقول قولى هذا وأستغفر الله العظيم لى ولكم ولسائر المسلمين والمسلمات، استغفروا إنه هو الغفور الرحيم

 

Khutbah Kedua

 

الحمد لله الذي خلق الخلقَ بقدرته، ومَنَّ على من شاء بطاعته، وخذلَ من شاء بحكمته، فسبحان الله الغني عن كل شيءٍ، فلا تنفعه طاعةُ من تقرَّب إليه بعبادته، ولا تضرُّه معصيةُ من عصاه لكمال غِناه وعظيم عزَّته، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له في إلاهيَّته، وأشهد أن نبيَّنا وسيِّدَنا محمدًا عبدُه ورسولُه خيرتُه من خليقته، اللهم صلِّ وسلِّم وبارِك على عبدك ورسولِك محمدٍ وعلى آله وصحابته صلاةً وسلامًا كثيرًا. أما بعد:

فيا أيها المؤمنون أوصى نفسى بتق الله فقد فاز المتقون، قال الله تعالى في محكم التنزيل (( يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا ))

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد كما صليت على سيدن إبراهيم وعلى آل سيدنا إبراهيم وبارك على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد كما باركت على سيدنا إبراهيم وعلى آل إبراهيم في العالمين إنك حميد مجيد.

وارضَ اللهم عن خلفائه الراشدين الذين قضَوا بالحق وبه كانوا يعدِلون: أبي بكرٍ، وعمر، وعثمان، وعليٍّ، وعن سائر الصحابةِ أجمعين، وعنَّا معهم بجُودِك وكرمِك يا أكرم الأكرمين.

اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات، اللهم أعِزَّ الإسلام والمسلمين، وأذِلَّ الشرك والمشركين، ودمِّر أعداء الدين، واجعل اللهم هذا البلد آمِنًا مُطمئنًّا رخاءً وسائر بلاد المسلمين.

اللهم إنا نسألُك الإخلاصَ في القولِ والعملِ، اللهم انصُر المُستضعَفين من المؤمنين في كل مكانٍ، اللهم كُن لهم وليًّا ونصيرًا، ومُعينًا وظهيرًا، اللهم عجِّل لهم بالفرَج والنَّصر يا قوي يا عزيز، اللهم وأدِر دوائرَ السَّوء على عدوِّك وعدوِّهم. اللهم اجمع كلمةَ المُسلمين على الحقِّ يا رب العالمين. اللهم أصلِح لنا دينَنا الذي هو عصمةُ أمرنا، وأصلِح لنا دنيانا التي فيها معاشُنا، وأصلِح لنا آخرتَنا التي إليها معادُنا، واجعل الحياةَ زيادةً لنا في كل خيرٍ، والموتَ راحةً لنا من كل شرٍّ. اللهم آتِ نفوسَنا تقواها، وزكِّها أنت خيرُ من زكَّاها. اللهم إنا نعوذُ بك من زوال نعمتك، وتحوُّل عافيتك، وفُجاءة نقمتك، وجميعِ سخطك.

 

عباد الله: ﴿ إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ [النحل: 90].

فاذكروا الله العظيم الجليل يذكركم، واشكروه على آلائه ونعمه يزِدكم، ولذكر الله أكبر، والله يعلم ما تصنعون.

MUI PPU menyampaikan rasa terimakasih kepada Pj Bupati PPU atas dedikasi dan pengabdiannya



 

Selasa, 18 Februari 2025

MUI PPU Hadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi 2 DPRD PPU

MUIPOST, Penajam- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Penajam Paser Utara baru-baru ini menghadiri pertemuan dengan Komisi 2 DPRD PPU di Lantai 3 Kantor DPRD PPU. Senin, 17 Februari 2025.

Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Umum MUI Penajam Paser Utara, KH. Abu Hasan Mubarok, Bendahara Umum, H. Sri Ariyanto. S.Hut, S.Pd, Ketua Tim Halal MUI PPU, Bapak Abu Bakar Soleh, beserta jajaran Dewan Pimpinan Daerah MUI PPU dan pengurus daerah.

Rapat Dengar Pendapat (RDP) ini merupakan upaya yang dilakukan oleh MUI Penajam Paser Utara dalam rangka memberikan usulan dan masukan terkait Rancangan Peraturan Darah tentang Implementasi Jaminan Produk Halal yang akan diterapkan di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Ketua Umum MUI PPU menyampaikan bahwa RDP ini sangat strategis dalam rangka mengimplementasikan UU No. 33 tahun 2014 terkait Jaminan Produk Halal (JPH).

"Sudah banyak kabupaten/kota yang telah merespon dengan serius dan baik UU JPH ini, dan harapan kami, Kabupaten Penajam Paser Utara yang telah ditetapkan sebagai bagian strategis dan utama dari pembangunan IKN agar dapat meresponnya" katanya.

UU JPH ini bukan saja merespon keamanan dan kenyamanan dalam konsumsi suatu produk yang syarat bernilai ibadah, namun juga dapat memproteksi dan menambah selling point bagi para pelaku usaha.

Sejauh pengamatan media, dari total 10.600 sekian jumlah UMKM yang ada di Kabupaten Penajam Paser Utara, baru 700 an UMKM yang telah memiliki sertifikasi halal.

Perda halal ini sekaligus merespon keresahan masyarakat terkait hasil penyembelihan ayam yang jumlahnya cukup signifikan. Data BPS tahun 2024, jumlah ayam potong di kabupaten Penajam Paser Utara mencapai 1.910.823 potong, sementara perhatian, pengawasan tidak pernah ada baik dari pemerintah maupun masyarakat secara langsung.

Rombongan pengurus MUI PPU diterima oleh Ketua Komisi 2 DPRD PPU, Bapak Tohiron, S.Pd di ruang rapat beserta jajaran anggotanya. Hadir pula Wakil Ketua Komisi 2 DPRD PPU, Ibu Sujianti, Bapak Jamaluddin, S.Sos, Bapak Syarifuddin H.R, Bapak Budi Sarwoto.