Senin, 27 Desember 2021

MUI PPU Ikuti Diklat Pendampingan PPH ULS

 Muippupost- Halal Center Universitas Mulawarman baru-baru ini telah menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Pendampingan PPH ULS Halal Center selama 3 hari, yaitu Rabu-Jum’at, 22-24 Desember 2021 secara daring.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi para pendamping dalam pelaksanaan UU No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Kegiatan ini diikuti 65 peserta dari berbagai Lembaga dan institusi.

Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kab. PPU ikut mengirimkan salah satu pengurusnya. Pak Abu Bakar Soleh, biasa dipanggil oleh jama’ah Masjid al Isra BTN Kilo 4. Sebagai praktisi UMKM, beliau melihat bahwa kegiatan ini sangat penting dan bermanfaat sekali. “Sebagai seorang Muslim, saya berkepentingan untuk mengetahui dan menjamin bahwa makanan dan minuman yagn kita konsumsi adalah halal dan tayyib sesuai dengan ajaran Islam” ujarnya.

Selanjutnya dia ingin setelah pelatihan ini bisa mengimbaskan ke pelaku-pelaku UMKM di Kab. PPU. Agar kedepannya menghadapi tahun 2024 sebagai tahun halal bagi masyarakat Islam  di Indonesia.

Sabtu, 25 Desember 2021

Ketua Umum MUI PPU Hadiri Rakerda MUI Wil. V Kalimantan Akhir 2021

Abu Hasan Mubarok

Ketua Umum MUI PPU Kaltim


Hari ke-1

Pontianak, MUIPPUPOST. Rapat Koordinasi Daerah MUI Wilayah Kalimantan Timur merupakan ajang koordinasi regional wilayah Kalimantan yang secara rutin diselenggarakan. 

Pada Desember 2021 diselenggarakan Rakorda MUI Wil V Kalimantan di Pontianak selama 3 hari, yaitu Jumat-Ahad, 17-19 Desember 2021 di Hotel Mahkota.

Rakorda diikuti oleh utusan-utusan dari 5 provinsi, yaitu Kalsel, Kaltim, Kalteng, Kaltara dan sekaligus tuan rumah adalah Kalbar. 

Rakorda dengan mengusung tema "merawat keberagamaan dengan moderasi beragama menuju Kalimantan Maju dan Berkeadaban" menjadi sarana koordinasi dan pematangan arah dan program Majlis Ulama Indonesia untuk wilayah Kalimantan.


Rakorda MUI Wil V Kalimantan dibuka oleh Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji. SH. M.Hum. dalam sambutannya Gubernur Kalimantan Barat menyampaikan bahwa beliau sangat mendukung MUI dalam peranannya untuk kemaslahatan ummat. Program beliau adalah 5000 hafifz dan untuk itu dibangunkan kantor dan lembaga-lembaganya. "Arahkan pemuda untuk lebih mencintai agamanya dengan pemahaman yang baik dan benar" ujar beliau. Beliau mencontohkan tentang praktek2 nikah di kalangan muda mudi sekerang ini yang menggampangkan sesuatu yang telah "sakral" di masyarakat.


"Tantangan umat Islam semakin banyak. Maka uruslah betul rumah MUI, jangan sampai nantinya MUI hanya sibuk ngurus yang bukan urusannya, hingga akhirnya rumah MUI diurus oleh orang lain" sambungnya.


Pada sambutannya, Ketua Panitia Rakorda wilayah V Kalimantan menyampaikan bahwa jumlah peserta yang hadir dan ikut kegiatan adalah sebanyak 129 peserta terdiri dari berbagai wilayah se Kalimantan.


Menurutnya, dana kegiatan berasal dari kas MUI Prov Kalimantan Barat, LPPOM MUI Kalbar, Gubernur Kalbar, Kemang KALBAR, Rektir Untan, yayasan dan lembaga-lembaga MUI Daerah-Daerah se Kalimantan Barat.


Dalam sambutannya, Ketua MUI Kalbar menyampaikan bahwa Rakorda ini adalah agenda tahunan MUI untuk merumuskan program dan kesamaan langkah. MUI adalah khadimul ummah, penjaga ummat, untuk kemajuan dan kemaslahatan ummat.


Bertindak wakil dari Pengurus Pusat MUI, Dr. Salahuddin Al Ayyubi. M.Si mengutarakan bagaimana peranan MUI dan pola organisasinya dijalankan. Beliau menjelaskan bahwa diantara visi MUI adalah terciptanya tatanan masyarakat yang baik dan diridhai Allah, baik secara kemasyarakatan, baik secara kenegaraan dan baik secara kebangsaan. 


Menurutnya MUI berperan penting dalam penanganan covid 19, bagaimana MUI menjelaskan perihal ibadah di masa pandemik covid 19.


MUI adalah rumah besar umat Islam. MUI mempelopori dakwah yang wasathiyah, dakwah yang moderat. MUI dalam berdakwah itu merangkul bukan memukul, mengajak bukan mengejek. MUI berkomitmen untuk melaksanakan dakwah yang moderat. MUI harus bermitra terutama dengan pemerintah. 2 peranan utama MUI yaitu; 1) khadimul ummah, 2) shadiqul (kawan) hukumah (pemerintah).

Manokwari telah mendirikan kantor MUI dengan 4 lantai. Ketika ditanya wapres, jawab gubnurnya adalah 5 M setiap tahunnya.


Hari ke-2

Kepala Kemenag Kalbar, Drs. H. Sahrul Yadi. M.Si

Moderasi beragama adalah melihat dengan cara pandang baru dalam beragama. Prinsip agama sudah final, cara beragama itu yang harus lebih melihat perkembangan zaman. Moderasi beragama dengan merawat keragaman. 

Moderasi diibaratkan wasit dalam suatu pertandingan. Wasit harus di tengah2, tidak boleh diam, harus aktif dan proaktif menjaga permainan sesuai prosedur.

Kalimantan Maju dan Berkeadaban.

Kalimantan akan hebat dengan kekayaan alamnya. Dengan adanya IKN, maka Kalimantan harus menjadi tuan di tanah sendiri. MUI harus merespon perkembangan dan kemajuan agama di IKN di Kalimantan dengan aktif.

Ketua MUI Kaltim

Persiapan Kaltim sebagai IKN

1. Persiapan lembaga/industri halal sebgai penopang ketika masa awal perpindahan harus dipastikan pembinaan dr MUI

2. Persiapan ormas2 utk diberikan lahan (administrasi dll)


Hasil pleno

Pleno ada 4 bagian yaitu;

1. Peraturan dan organisasi

2. Fatwa

3. Rekomendasi

4. LPPOM MUI

Sabtu, 11 Desember 2021

Zikir Pemecah Masalah

 Manusia tak pernah luput dari masalah dalam hidup. Dari mulai masalah yang ringan hingga yang berat. Dari masalah yang berkaitan dengan diri sendiri maupun dengan orang lain dan lingkungan. 

Manusia juga acap kali tak selalu berhasil memecahkan dan mengatasi masalah. Tidak jarang manusia menyerah dan putus asa ketika masalah datang bertubi-tubi. Satu masalah belum selesai, datang masalah lainnya. 

Terkait

Selama manusia hidup, masalah akan selalu ada. Masalah bukan dihindari, melainkan dihadapi dan dipecahkan dengan baik. Dalam hal ini, orang beriman diperintahkan untuk bersandar kepada Allah lewat zikir dan doa, tentu saja dengan tetap terus berusaha menghadapi masalah dengan baik.

Di antara zikir itu adalah hasballah, yakni membaca “hasbunallah wa ni’mal wakil” (cukuplah Allah bagi kita, dan Dia adalah sebaik-baik penolong). 

Zikir ini diucapkan oleh Nabi Ibrahim ketika berada dalam kobaran api yang dinyalakan Raja Namrud untuk menyiksanya. Nabi Ibrahim pun selamat tanpa terbakar sedikit pun (HR al-Bukhari).

Ucapan itu pula yang dikatakan oleh kaum mukmin ketika dikepung oleh pasukan Ahzab (sekutu) Quraisy yang ingin menghancurkan Islam di Madinah. Kaum munafik menakut-nakuti mereka akan kedatangan pasukan besar itu, tetapi mereka tak gentar, malah iman mereka kian bertambah kuat.

Alquran menyebutkan, “(Yaitu) orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang ketika ada orang-orang mengatakan kepadanya, ‘Orang-orang (Quraisy) telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka.’ Ternyata (ucapan) itu menambah (kuat) iman mereka dan mereka menjawab, ‘Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung'.” (QS Ali ‘Imran [3]: 173).

Kaum mukmin menegaskan bahwa cukup Allah saja bagi mereka. Dialah yang akan menolong dari kesulitan dan bahaya pasukan Ahzab. Mereka tidak akan pernah menyerah hingga titik darah penghabisan.

Akhirnya, pasukan Ahzab dihancurkan Allah dan mereka kembali ke Makkah dengan kondisi pilu dan malu karena kalah. Kaum mukmin dimenangkan oleh Allah karena keimanan yang dimanifestasikan dengan zikir hasballah tadi.

Dalam kitab Bahr ad-Dumu’ karya Ibnu al-Jauzi dikisahkan, Ali bin Abi Shalih bertemu dengan seorang tua ahli ibadah yang tengah bermunajat kepada Allah di Gunung Liham. Merasa tidak enak karena telah mengganggu ibadahnya, Ali bin Abi Shalih berniat hendak pergi.

Namun, sebelum itu, dia meminta maaf dan meminta nasihatnya. Ahli ibadah itu berkata, “Siapa saja yang bersimpuh di depan pintu ampunan-Nya, niscaya dia akan senantiasa mengabdi kepada-Nya. Siapa saja yang banyak mengingat dosanya, niscaya dia akan banyak menyesal. Siapa saja yang mencukupkan dirinya dengan Allah, niscaya dia tidak akan pernah khawatir jatuh miskin.”

Ketika keyakinan cukup Allah saja telah tertanam kuat dalam pikiran kita, kita tidak akan pernah khawatir dengan masalah hidup yang datang mendera, baik itu berupa bahaya yang mengancam atau kekurangan harta.

Allah akan menghindarkan kita dari bahaya itu dan memberi kita kecukupan, seperti ditegaskan dalam Alquran, “Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah (menjadikan-Nya sebagai penolong), niscaya Allah akan mencukupkan (keperluannya).” (QS ath-Thalaq [65]: 3).

Wallahu a’lam.


diambil dari https://www.republika.id/posts/22981/zikir-pemecah-masalah